News

Viral Air Laut di Bawah Jembatan Suramadu Terbelah

Warganet heboh dengan beredarnya sebuah video yang merekam perbedaan warna laut di selat Madura. Video yang diduga di rekam di Jembatan Suramadu itu memperlihatkan perbedaan warna air laut yang tampak hitam dan bening.

Tak cuma mengunggah video singkat mengenai gradasi warna air laut, akun instagram @ndorobeii pada Selasa malam (19/3) juga memberikan caption,

Suramadu. Sc Mohammad Fahrizal, tulis pemilik akun @ndorobeii.

Lebih lanjut dilansir detikcom, dalam video kurang dari semenit itu tampak merekam fenomena gradasi warna air laut yang sangat kontras, disisi lain tampak berwana hitam, sedangkan di sisi satunya tampak bening. Uniknya gradasi itu membentuk garis yang panjang membentang. Gara-gara menawarkan pemandangan yang tak biasa, video tersebut berhasil menyedot perhatian warganet pasca 15 jam diunggah.

Tak kurang, sebanyak 76.174 pasang mata telah menonton video itu, dan juga telah menarik ratusan warganet untuk berkomentar, berikut sederet komentar dari warganet,

kararum Ar-Rahmān : 19-20 مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانبَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

mamank_mamonk Sebenernya itu sudah sering terjadi di suramadu, ketika air naik/pasang, air sungai nd limbah pabrik menabrak air laut/asin yg keduanya berbeda kandungan dan suhu

aditya_mr02 Yang asli dijelaskan di alquran bukan yang di sini, yg dimaksud di alquran adalah di selat gibraltar pemisah samudra atlantik dan laut tengah

bagas0088 jangan hanya bilang segala sesuatu ini ada di alqur’an mulu, gimana islam mau maju tentang oengetahuan di zaman sekarang, ini fenomena juga bisa di jelaskan secara ilmiah, harusnya sebagai muslim meneliti itu, bukan terjerat pada (ini mah udah ada di alquran) hadeh, kesal saya rasaya.

Kehebohan warganet terkait video unggahan instagram @ndorobeii itu pun sampai ditelinga Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya, Ady Hermanto.

Menurutnya pihaknya membenarkan jika ada gradasi warna air laut di Selat Madura, dan hal itu memang sudah umum terjadi.

Ady lantas menjelaskan kalau gradasi air laut itu biasa disebut dengan nama Halocline, alias perbedaan densitas (massa jenis air) air laut.

Ya memang benar gradasi warna itu fenomena yang biasa terjadi karena ketika ada aliran muara sungai di daerah sekitar itu. Memang gradasi warna itu terjadi karena perbedaan densitas (massa jenis air) air laut, kata Ady saat dihubungi detikcom, Rabu (20/3/2019).

Sepintas, air laut di bawah Jembatan Suramadu memang terlihat terbelah dan tidak menyatu, padahal faktanya keduanya sebenarnya saling menyatu cuma memiliki kadar garam (salinitas) yang berbeda.

Massa jenis air laut di mana ada salinitas tinggi dan ada yang tidak tinggi sehingga air tidak bisa menyatu, imbuhnya.

Jadi kesimpulannya, di sekitar Jembatan Suramadi memang terjadi pertemuan antara air laut dan air tawar yang mengalir dari Kalimas.

Pelabuhan Ujung Muara Kalimas kan ada di situ. Air yang keluar di situ kemudian bertemu dengan air laut yang di Selat Madura. Jadi, massa jenis air laut tidak bisa bersatu. Itulah kenapa di situ sering terjadi (Halocline), tambahnya.

Tags

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *